JAKARTA SELATAN — Penemuan ratusan senjata, narkotika, dan sejumlah barang lainnya di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih terus diselidiki aparat kepolisian.
Dalam perkembangan terbaru, pihak yayasan sekolah mengungkap adanya sebuah bunker atau ruang terkunci yang berada di lingkungan sekolah. Ruangan tersebut disebut berada tidak jauh dari lokasi penemuan ratusan senjata.
Pihak sekolah menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk membuka ruangan tersebut. Karena itu, pihak yayasan telah meminta aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap ruangan yang hingga kini masih terkunci.
Kekhawatiran muncul karena pihak sekolah menduga masih terdapat barang berbahaya, termasuk senjata, di dalam ruangan tersebut.
Pihak yayasan juga mempertanyakan lambannya tindak lanjut laporan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, temuan awal dilaporkan pada 10 Juli dan baru mendapat tindak lanjut aparat pada 6 Agustus.
Sementara itu, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap asal-usul serta pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan barang-barang tersebut.
Polres Metro Jakarta Selatan menyebut terdapat 995 senjata yang ditemukan di area sekolah. Jumlah tersebut terdiri dari 776 airsoft gun, 215 pistol airsoft gun, empat senapan angin, serta sejumlah senjata api laras panjang dan senjata lainnya.
Selain senjata, polisi juga menemukan narkotika, cakram padat berisi konten pornografi, serta alat cetak peluru.
Pihak sekolah menegaskan penyimpanan senjata di lingkungan sekolah tidak diperbolehkan dan meminta kepolisian melakukan pemeriksaan serta uji forensik untuk memastikan jenis, asal-usul, dan kepemilikan senjata.
Hingga saat ini, penyelidikan kepolisian masih berlangsung, termasuk pendalaman terhadap dokumen dan keterangan sejumlah saksi.
