GANDARIA WEB.ID
GANDARIA.WEB.ID PORTAL BERITA & INFORMASI DIGITAL
GANDARIA WEB.ID GANDARIA WEB.ID

© GANDARIA WEB.ID — Hak Cipta Dilindungi.

80 Siswa SNT 2 Banyumas Diberangkatkan ke Semarang, Bupati Tekankan Kemandirian dan Disiplin

Agustus 11, 2026
Foto: (Sumber :Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono (jongkok lima dari kanan) berfoto bersama 80 siswa baru SNT 2 Banyumas yang akan diberangkatkan dari halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026), menuju Semarang untuk mengikuti kegiatan MPLS di BBPMP Provinsi Jawa Tengah. ANTARA/Sumarwoto.)


PURWOKERTO, GANDARIA.WEB.ID — Sebanyak 80 siswa baru Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2 Banyumas resmi diberangkatkan menuju Semarang untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (11/8/2026).

Pelepasan dilakukan oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dari halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto. Para siswa berangkat menggunakan dua bus menuju Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.

Dari total 80 siswa tersebut, 40 merupakan siswa jenjang SMP dan 40 lainnya siswa SMA. Mereka sebelumnya mengikuti proses seleksi untuk menjadi bagian dari SNT 2 Banyumas.

Selama berada di Semarang, para siswa akan mengikuti kegiatan MPLS selama sekitar satu pekan bersama siswa baru SNT 14 Jepara.


Bupati Minta Siswa Tidak Hanya Mengejar Nilai

Dalam pelepasan tersebut, Sadewo meminta para siswa memanfaatkan MPLS bukan sekadar untuk mengenal lingkungan sekolah baru.

Menurutnya, masa awal pendidikan juga menjadi kesempatan untuk membentuk kebiasaan dan karakter yang akan berguna dalam kehidupan mereka.


Kemandirian, kedisiplinan, kejujuran, kesopanan, serta kemampuan menghargai orang lain menjadi beberapa hal yang ditekankan kepada para siswa.

Sadewo juga mendorong mereka tidak takut mencoba sesuatu yang baru. Jika belum memahami pelajaran atau keterampilan tertentu, para siswa diminta terus belajar dan tidak mudah menyerah.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik. Pengalaman selama sekolah, kemampuan bersosialisasi, serta hubungan baik dengan teman dan guru juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan.


80 Siswa Lolos Seleksi

Puluhan siswa yang berangkat ke Semarang merupakan hasil seleksi penerimaan SNT 2 Banyumas.

Dari jenjang SMP, terdapat 74 peserta yang mengikuti proses seleksi, sementara jenjang SMA diikuti 68 peserta. Masing-masing jenjang kemudian menetapkan 40 siswa untuk menjadi peserta didik SNT 2 Banyumas.

Para siswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Bupati juga mendorong mereka memiliki cita-cita tinggi dan tidak membatasi mimpi hanya karena melihat kondisi saat ini.


Gedung SNT 2 Banyumas Disiapkan di Kalibagor

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan lahan sekitar 17 hektare di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, untuk pembangunan SNT 2 Banyumas.

Lahan tersebut telah disiapkan untuk mendukung pembangunan fasilitas sekolah dan diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan lahan sekitar tiga hektare di lokasi yang sama.


Pembangunan gedung SNT menjadi kewenangan pemerintah pusat. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab Banyumas, pembangunan fisik sekolah direncanakan mulai Oktober 2026.

Sebelum gedung permanen selesai dibangun, kegiatan belajar mengajar siswa akan dilakukan di sekolah transit yang telah disiapkan Pemkab Banyumas, yakni SMP Negeri 1 Kalibagor.


Pendidikan Tidak Hanya Soal Akademik

Keberadaan SNT 2 Banyumas diharapkan dapat memberikan ruang pendidikan bagi siswa yang memiliki potensi dan prestasi.

Namun, sejak awal para siswa juga diarahkan untuk membangun karakter yang kuat. Kedisiplinan, kemandirian, kemampuan bekerja sama dan menghargai perbedaan menjadi bekal yang tidak kalah penting dibandingkan pencapaian akademik.


Dengan dimulainya MPLS, perjalanan 80 siswa tersebut sebagai bagian dari SNT 2 Banyumas pun resmi dimulai.

Mereka tidak hanya dituntut menjadi siswa berprestasi, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi yang mampu berdiri sendiri, bertanggung jawab, dan memiliki keberanian untuk mengejar cita-cita.


Source : pantau.com

Editor : Agus Feriyanto